Harga Gas LPG 3 Kg di Majalengka Dijual Hingga RP. 22 Ribu Per Tabung


SUARA GARDA, Majalengka
         Harga LPG 3 Kg di kota angin Majalengka belum stabil, bahkan cenderung mengalami kenaikan dari harga sebelumnya, Lonjakan harga penjualan gas bersubsidi yang melebihi harga eceran tertinggi (HET) ini, membuat masyarakat khususnya para kaum ibu rumah tangga di wilayah kecamatan Jatiwangi ini resah.
        “Harga gas sekarang ini terus naik. Kalau kemarin Rp19 ribu per tabung, siang ini  saya beli di warung harganya sudah mencapai Rp22 ribu per tabung,” keluh Yayah (22), warga Desa Sukaraja Kulon kecamatan Jatiwangi.
        Yayah, mengaku melambungnya harga LPG 3 Kg ini sudah terjadi sejak pertengahan November 2016 lalu. Saat itu harga per tabung yang awalnya Rp 19 ribu, naik jadi Rp 20 ribu per tabungnya. Lonjakan harga gas terus terjadi pada saat persediaan di warung pengecer mengalami kekosongan.           “Bahkan pernah harga gas tembus Rp22 ribu per tabung. Ketika itu gas mengalami kelangkaan pada akhir November. Lalu, harga gas berangsur turun dan sekarang mulai naik lagi, kami berharap hal ini harus mendapat perhatian yang serius dari pihak pemerintah,” ungkapnya
        “Sebelumnya, harga kebutuhan pokok yang naik akibat BBM naik. Sekarang giliran gas yang mahal, padahal pemerintah belum ada menetapkan harga LPG 3 Kg naik,” kesalnya lagi.
Sementara Iwan, pengecer LPG 3 Kg di Jatiwangi, mengaku, per hari Ia mendapatkan jatah LPG 3 Kg dari pangkalan sekitar 10 hingga 20 tabung dengan harga Rp16.500 per tabung. 
        Jatah dari pangkalan tersebut kemudian diecernya ke warung-warung dengan harga relatif lebih mahal. “Saya inikan pengecer, kalau harga pengambilannya saja sudah segitu (Rp16.500), saya tolak ke warung sekitar Rp17.500 per tabung. Dan, saya mendapatkan jatah gas tidak cuma dari satu pangkalan, terkadang saya memperoleh jatah gas dari pangkalan lain,” jelasnya.
        Menurutnya, permintaan gas di pasaran belakangan ini memang terus mengalami peningkatan. Bahkan, sejumlah warung yang rutin mendapatkan jatah gas darinya sering meminta penambahan pasokan. “Gas yang saya ecer ke warung-warung per harinya paling sedikit 50 tabung, katanya.  
        Keluhan yang sama juga terjadi di desa Leuwikidang kecamatan Kasokandel kabupaten Majalengka, kelangkaan gas melon mengakibatkan melonjaknya harga hingga Rp. 22 Ribu per tabung, salah seorang warga enok (40) ibu ini mengatakan karena langka dirinya terpaksa membeli meskipun harganya cukup mahal hingga Rp. 22 Ribu per tabung, karena kalau tidak segera dibeli stok dipengecer keburu habis,  katanya. (Sal)

Share on Google Plus

Tentang Unknown

SKU Suara Garda Berdiri Atas Dasar Keprihatinan Sekumpulan Generasi Muda Terhadap Ketidak Adilan, Pelaku Koruptor Serta Bertekad Menjadi Corong Bagi Masyarakat

0 komentar :

Posting Komentar

Komentar Pembaca

Baca Juga