SUARA GARDA, Indramayu
Honor puluhan guru bantu sementara (GBS) daerah terpencil di Kabupaten Indramayu selama setahun terakhir tak kunjung cair. Tak heran hal itu akhirnya membuat resah. Mereka berharap honor tersebut dapat segera turun.
Salah seorang guru bantu yang enggan disebutkan namanya mengaku, benar-benar kecewa karena honor kerja tak juga kunjung cair. “Selama setahun ini belum dibayarkan. Honor itu kan hak kami,” ujar dia.
Dikatakannya, sebelumnya honor yang diterima memang kerap terlambat dibayarkan. Namun pencairan honor kali ini dinilai sangat lama dan berbeda dari sebelumnya. “Biasanya telat dibayar satu atau dua bulan saja. Sekarang sampai hampir satu tahun, parah. Yang membuat kami benar-benar kecewa , informasinya bahwa di daerah lainnya sudah pada cair,” katanya
Kendati demikian, ia bersama rekan sejawat lainnya tak tinggal diam begitu saja. Sejumlah upaya telah ditempuh untuk memperjuangkan hak tersebut. Salah satunya, dengan mendatangi dan menanyakan langsung kepada Dinas Pendidikan setempat. Namun jawaban yang didapat dirasa belum dapat menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapi.
Menurutnya, para guru bantu dijanjikan honornya akan turun pada 27 Desember mendatang oleh Dinas Pendidikan. Kendati dijanjikan akan cair, ia mengaku tetap waswas karena takut honornya tak cair tepat pada waktunya. Untuk itu, ia berharap honor dirinya beserta guru bantu lainnya dapat segera turun. Dengan demikian, dana tersebut dapat dipakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
Lupa
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Ali Hasan saat ditemui sedang tak berada di kantornya. Informasi di lapangan, Ali sedang menjalankan tugas dinas ke luar kota. Kepala Seksi Tenaga Teknis Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Tasmo mengatakan, pihaknya membenarkan honor guru bantu tersebut belum cair.
Adapun kata dia, jumlah guru bantu sementara yang belum mendapatkan honor tersebut sebanyak 21 orang. Saat disinggung besaran honor guru bantu, Tasmo mengaku tidak mengetahui besarannya. “Aduh saya lupa,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan, adanya perubahan aturan dari pemerintah pusat mengakibatkan lambannya pencairan honor para guru bantu tersebut. Namun ia enggan menjelaskan lebih jauh peraturan yang dimaksud tersebut.
Tasmo hanya meminta para guru bantu untuk bersabar. Soalnya, saat ini honor para guru bantu sementara tersebut sedang dalam proses pengusulan pencairan di bendahara urusan daerah Dinas Keuangan Daerah Kabupaten ndramayu. “Iya tunggu saja,” ujar dia.(Odok)

0 komentar :
Posting Komentar
Komentar Pembaca