SUARA GARDA, Cirebon
Program ‘Cirebon Terang’ nampaknya masih jauh dari kata harapan. Meski Pemerintah Kabupaten Cirebon menaikkan anggaran pengadaan dan pemeliharaan penerangan jalan umum, menjadi Rp 14 miliar di tahun depan, namun anggaran ini tidak akan bisa mengatasi persoalan penerangan jalan selama ini.
Sebab, baik penerangan jalan yang rusak maupun titik yang belum dipasangi penerangan masih banyak. Tadinya, Pemkab hanya mengucurkan Rp 6 miliar saja di 2016 ini. Kabupaten Cirebon memiliki 8 ribu titik penerangan jalan umum, dengan anggaran pemeliharaan Rp 580 ribu/titik. Maka setidaknya, harus ada anggaran Rp 4,6 miliar untuk pemeliharaan tersebut.
Di sisi lain, karena sudah masuk rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka penerangan jalan umum pun harus terus diadakan, sebab hingga 2019 harus sudah ada 15 ribu penerangan yang dipasang.
“Akhirnya, setelah terus meminta kepada tim anggaran, maka kucuran dana untuk penerangan jalan umum memang dinaikkan untuk 2017. Namun, Rp 14 miliar ini masih jauh dari kata ideal, karena idealnya kita bisa mengucurkan hingga Rp 20 miliar/tahun. Sudah sejak dulu Dishub mengajukan Rp 20 miliar/tahun tapi tidak pernah direalisasikan,” ujar Kepala Dishub Kabupaten Cirebon Iis Krisnandar kepada CT, Rabu (19/10).
Menurut Iis, Bupati H Sunjaya Purwadisastra sebetulnya sudah bagus dengan menginstruksikan penerangan jalan yang maksimal, yang didukung oleh perencanaan anggaran yang matang.
“Tapi, entah kenapa tim perencanaan dan anggaran masih belum merealisasikan ‘Cirebon Terang’ ini, padahal 2018 program ini harus sudah terwujud,” katanya.
Iis juga mengatakan, warga di beberapa desa yang belum terpasangi penerangan jalan memang banyak yang memprotes, namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena terkendala anggaran.
“Kita bisa apa ketika anggarannya kurang, biaya pemeliharaan untuk satu titik saja mencapai Rp 500 ribu, lalu kalikan saja dengan jumlah penerangan jalan yang ada di Kabupaten Cirebon, belum harus diadakan penerangan jalan yang baru di sejumlah titik,” katanya.
Dengan anggaran hanya Rp 6 miliar di 2016, menurut Iis, maka harus ada beberapa titik yang akhirnya tidak bisa diperbaiki. Sebab, anggaran ini sudah termasuk dengan pengadaan seribu penerangan jalan yang disebar di 40 kecamatan. (Iskandar)

0 komentar :
Posting Komentar
Komentar Pembaca