Saeful Yunus Meminta Industri Utamakan Tenaga Kerja Lokal dan Pengusaha Putera Daerah



SUARA GARDA, Majalengka
     "Investasi yang masuk di Kabupaten Majalengka harus bisa mendongkrak keberadaan ekonomi masyarakat setempat. Oleh karenanya kami meminta agar industri yang ada minimal 50 persennya bisa menggunakan tenaga kerja yang berasal dari putera daerah sebab, kalau kemiskinan merajalela maka kejahatan juga akan berkembang,” kata Saeful Yunus Ketua Garda Majalengka belum lama ini.  Informasi yang diterima kata Saeful, kawasan industri di kabupaten Majalengka sesuai dengan RT/RW salah satunya dititik beratkan diwilayah kecamatan Sumberjaya, gejolak dimasyarakat mulai terdengar pasalnya, untuk rekrutmen calon karyawan PT. Kaldu Sari Nabati Indonesia terindikasi pungli, kisaran antara Rp. 700 rb hingga Rp. 1 Juta, yang lebih miris lagi pelakunya adalah sekelompok orang yang mengaku Karang Taruna setempat, selidik punya selidik ternyata mereka adalah sekelompok oknum dari luar daerah, yang dipimpin oleh seseorang  yang berasal dari luar daerah bernama Ngadi Utomo.
     ”Ini tidak bisa dibiarkan, Saya selaku putera daerah akan memberikan komando dan mengusir kelompok tersebut, sebetulnya mereka tidak berhak mengatur apap pun disini, dan Saya akan membela warga setempat serta indutri yang ada diwilayah kecamatan Sumberjaya, jangan takut melawan mereka, ini demi kepentingan bersama, hari ini dan masa depan nasib putera daerah sebagai orang aseli pribumu” tegas Saeful.
     Menurutnya, masyarakat kerap mengeluh sulitnya mendapat pekerjaan. Padahal, kata dia, seharusnya dengan jumlah industri yang banyak, tidak ada lagi kesulitan mencari kerja. Akibatnya, serapan tenaga kerja di Kabupaten Majalengka ini masih sangat rendah.
     Saeful menambahkan, Saat ini pihaknya juga sedang menyoroti pembangunan mega proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di kecamatan Kertajati, dilihat dari mekanisme proses pemilihan pelaksana proyek BIJB  pengusaha lokal diperlakukan tidak adil, hal ini dikeluhkan oleh banyak pengusaha lokal sebagai putera daerah dan tuan pribumi dimana dibangunnya mega proyek tersebut, terangnya.
     Seharusnya, tambah Dia pihak BIJB bisa berlaku adil dan lebih memilih para pengusaha lokal sebagai skala prioritas, “Saya yakin para pengusaha lokal pun mampu bersaing dengan pengusaha luar daerah baik dalam segi kualitas pekerjaan, maupun dalam kondite kerja,” imbuhnya.
     Saeful Yunus menjelaskan, Hadirnya  industri di Kabupaten Majalengka tak serta merta menyerap banyak tenaga kerja lokal. Oleh karenanya industri diminta paling tidak 50 persen tenaga kerjanya diisi oleh masyarakat Kabupaten Majalengka. hadirnya mega proyek BIJB serta berdirinya industri di Kabupaten Majalengka diharapkan dapat mendongkrak ekonomi warga setempat, dari segi penerimaan tenaga kerja hingga pihak industri dapat bekerja sama dengan para pengusaha lokal sebagai putera daerah, hal ini sesuai dengan himbauan pemerintah dalam program pemberdayaan masyarakat, jelas Dia.
     Oleh karena itu, Saeful juga meminta kepada Pemda Majalengka dalam menyongsong era industri dan Bandara Internasional Jawa Barat, agar lebih serius memperhatikan nasib masyarakat, dan segera dibuatkan Perda yang mengatur tentang persentase penerimaan tenaga kerja, tentunya Perda tersebut dibuat harus lebih pro kepada masyarakat ketimbang industri. Untuk selanjutnya pihaknya juga meminta agar Disnaker mendata jumlah tenaga kerja yang berdomisili di Kabupaten Majalengka. Sebab, jika tidak dilakukan hal tersebut, permasalahan pengangguran yang ada di Kabupaten Majalengka tidak akan pernah bisa terselesaikan. “Saya minta quota yang diutamakan dulu untuk putera daerah, soal keahlian itu bisa dilatih kok, kalau buruh kan keahliannya tidak terlalu spesifik. Saya rasa untuk kelas buruh itu tidak ada alasan tidak punya keahlian,”ujarnya. (Sal)

Share on Google Plus

Tentang Unknown

SKU Suara Garda Berdiri Atas Dasar Keprihatinan Sekumpulan Generasi Muda Terhadap Ketidak Adilan, Pelaku Koruptor Serta Bertekad Menjadi Corong Bagi Masyarakat

0 komentar :

Posting Komentar

Komentar Pembaca

Baca Juga