SUARA GARDA, Indramayu
Ketua DPRD Indramayu, H Taufik Hidayat kepada wartawan mengatakan, pihaknya bersama anggota DPRD lain sangat serius dalam menyikapi kerugian yang dialami PD BWI, meminta kepada Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah untuk mengkaji ulang dan mengevaluasi kinerja jajaran direksi Perusahaan Daerah Bumi Wiralodra Indramayu (PD BWI).
“Semua BUMD yang kurang sehat harus dilakukan evaluasi dan dikaji ulang jadi bukan hanya PD BWI semata, dengan demikian BUMD harus berupaya agar perusahaannya bisa sehat,” terangnya, kemarin.
Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kab. Indramayu yang juga anggota Komisi C, H Sirojudin menilai, PD BWI sebagai perusahaan plat merah terus merugi setiap tahun. Untuk itu, pihaknya sudah mengeluarkan surat rekomendasi kepada pimpinan DPRD dan Bupati Indramayu bersamaan dengan delapan poin rekomendasi fraksi lainnya.
Salah satunya, rekomendasi berkaitan dengan belum tercapainya break event point bisnis PD BWI hingga direktur utama dapat menunaikan ucapan dan janjinya saat penyelarasan dan konferensi pers usai dilantik Bupati Indramayu. “Rekomendasi fraksi kami bukan menagih janji direktur terpilih, tetapi agar yang bersangkutan konsekuen atas kinerja yang gagal selama ini,” ujarnya.
Alasan rekomendasi Fraksi PDI Perjuangan sangat logis dan dapat dinilai publik serta masyarakat, jika selama ini keberadaan PD BWI per September 2016 merugi hingga Rp 1,4 miliar belum dibandingkan kerugian tahun-tahun sebelumnya.
Ditegaskan dia, sebagai wakil rakyat yang menjadi mitra PD BWI sangat paham dan sudah memberikan toleransi lebih kepada jajaran direksi agar dapat menunjukkan kinerja perusahaan yang dikelola bisa sehat. “Tetapi faktanya diberi tambahan modal lagi tetapi masih tetap merugi, jadi ibarat saya pemilik modal yang menanamkan modal kepada orang lain dan usahanya terus merugi apakah tetap percaya dan disuplai modal terus,” tegasnya.
Pada rapat evaluasi bersama Komisi C DPRD Indramayu, pihaknya telah mencecar penggunaan penyertaan modal Rp 5 miliar untuk bisnis rice centre dengan rencana anggaran pembelian gabah Rp 3,5 miliar dan Rp 1,5 miliar untuk tambahan penunjang peralatan dan operasional tetapi faktanya berbanding terbalik dengan fakta di lapangan yang tak sesuai rencana awal. “Sehingga yang semula bisnis rice centre sudah produksi dengan matang, hingga saat ini belum berjalan maksimal bahkan laporan neracanya merugi,” ungkapnya.
Tidak Mudah
Ditemui KC di ruang kerjanya, Dirut PD BWI, H Soen Soedjarwo didampingi Direktur Operasional, Jhon Badrudin menyatakan, untuk memajukan sebuah perusahaan tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi perlu proses panjang yang harus dilakukan dan upaya untuk memajukan PD BWI sedang dilakukannya.
Salah satu upaya itu, pihaknya telah melakukan kerja sama melalui penandatanganan MoU dengan pihak Tiga Tungku, perusahaan beras pulen jenis prenium ke atas. Hanya tinggal menunggu sertifikat dari Kementerian Pertanian (Mentan). “Sejauh ini, modal yang diterima diperuntukan bagi keperluan infrastruktur untuk kelancaran rice center yang kami kelola,” ungkapnya.
Dengan kata lain, PD BWI terus berupaya untuk menyehatkan perusahaan yang dikelolahnya. “InshaAllah, tahun 2017 mendatang PD BWI akan untung,” katanya.(KC-ol)

0 komentar :
Posting Komentar
Komentar Pembaca