SUARA GARDA, Cirebon
Sebanyak 120 santri Pondok Pesantren Darussalam, Eretan Kulon, Indramayu, mengadakan kunjungan eduwisata ke Batik Trusmi, Jalan Syech Datul Kahfi, Trusmi Kulon No. 148, Plered, Kabupaten Cirebon, Selasa (18/10).
Di Batik Trusmi, mereka mendapatkan pengetahuan dari Owner Batik Trusmi, Sally Giovanny, tentang wawasan tentang kewirausahaan. Pada kesempatan itu, Sally Giovanny juga berbagi kisah tentang semangat dan perjuangannya dalam membangun bisnis.
Para santri juga berkesempatan untuk belajar membatik di Pendopo Sanggar Budaya Batik Trusmi. Mereka tampak antusias menggoreskan canting yang berisi cairan lilin untuk membuat pola batik. Selanjutnya para santri Ponpes Darussalam itu makan siang bersama di Batik Kitchen serta diakhiri sesi belanja batik di store Batik Trusmi.
Marketing Batik Trusmi, Yasi Yassirli, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mengenalkan batik lebih dekat. Para santri tidak hanya mengenakan batik, tapi juga bisa mengetahui dan merasakan langsung proses pembuatan batik. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus berkelanjutan.
“Ke depan, kami tidak hanya memberikan pelatihan membatik, tetapi juga mengadakan seminar kewirausahaan untuk segmen pelajar dan mahasiswa,” ujarnya.
Sementara itu, Shounan, salah satu guru yang mendampingi para santri dalam kegiatan eduwisata itu mengatakan, setiap Rabu di Ponpes Darussalam diwajibkan mengenakan batik. Hari ini dirinya bersama para guru dan santri merasa senang, karena di Batik Trusmi berkesempatan mengetahui dan mempraktekan secara langsung proses membuat batik.
“Membuat batik itu ternyata membutuhkan kesabaran,”ujarnya. (Haris)

0 komentar :
Posting Komentar
Komentar Pembaca