SUARA GARDA, Cirebon
Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon beserta anggotanya mendatangi Dinas Pendidikan (Disdik) terkait penyaluran dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat sebesar 2,4 miliar, yang dibagikan kepada 147 instansi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Anak-Anak (TK) di Kota Cirebon.
Ketua Komisi C DPRD Kota Cirebon, Doddy Arianto mengatakan, kunjungannya ke Disdik Kota Cirebon ini ingin mengetahui sejauhmana penyebaran anggaran melalui bantuan operasional pendidikan (BOP) pemerintah pusat kepada ratusan PAUD dan TK, apakah sesuai peruntukkanya atau tidak.
“Saya mendapatkan laporan dari pemilik PAUD bahwa adanya ketidak-cocokan penyaluran anggaran dari beberapa PAUD dan TK. Karena ada perbedaan dalam penyaluran anggaran, padahal PAUD itu memiliki jumlah murid yang cukup banyak,” ungkap Doddy saat menyampaikan keluhan masyarakat dalam rapat di Ruang UKS Disdik Kota Cirebon, Kamis (3/11).
Atas dasar itulah, kemudian dirinya bersama anggota Komisi C ingin mengetahui porsi anggaran di masing-masing PAUD dan TK di Kota Cirebon. Pasalnya, apabila hal itu tidak disampaikan, maka dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Saya berharap kedatangan kami kesini bisa memberikan masukan kepada Disdik Kota Cirebon terkait penyaluran anggaran BOP PAUD dan TK. Sehingga ketika disalurkan hal itu tidak menimbulkan persoalan,” ujarnya.
Sementara itu, Kadisdik Kota Cirebon, Jaja Sulaeman mengaku tahun ini Disdik Kota Cirebon mendapatkan bantuan DAK dari pemerintah pusat, dan hal itu sudah melalui perencanaan sejak awal tahun. Sasaran besaran anggaran ini tentu berdasarkan jumlah murid yang ada.
“DAK ini memang sangat dibutuhkan mereka (PAUD dan TK) dalam rangka bantuan operasionalnya, dan memang sangat perlu mendapat dukungan dari pemerintah,” ujarnya.
Maka dari itu, dengan BOP ini bisa diharapkan bisa meningkatkan kegiatan belajar mengajar (KBM) agar lebih baik lagi, dan itu juga bagian dari perhatian pemerintah. Dimana keberadaan PAUD ini, kata dia, masa-masa anak usia dini ini membutuhkan pendidikan yang baik, karena kalau dibiarkan maka anak itu bisa berkembang ke yang lain. “Istilahnya golden age atau masa keemasan dari perkembangan anak, karena PAUD ini sangat perlu,” imbuhnya.
Ia menceritakan, pemerintah telah menggalakan PAUD ini sejak tahun 2004, dan kemudian disetiap RW agar mendirikan PAUD. Pasalanya, pendidikan anak usia dini ini sangat penting agar pendidikan anak-anak tergarap bisa menjadi lebih baik lagi, kemudian dibantu oleh pemerintah juga.
Adapaun sebaran DAK masing-masing PAUD dan TK, lanjut dia, hal itu bervariasi. Namun perhitunganya harus memenuhi syarat seperti jumlah minimal 12 anak, dan 60 maksimal. Kalaupun memiliki jumlah murid lebih dari 60, maka akan diberikan saluran dana seperti 60 murid.
“Saat ini DAK itu belum dicairkan dan ditandatangani, karena baru saja mereka menyusun naskah perjanjian hibah. Ini saat mereka siapkan administrasi terlebih dahulu, kemudian baru bisa dicairkan,” tukasnya.(WINARNO)

0 komentar :
Posting Komentar
Komentar Pembaca